Press "Enter" to skip to content

STQ ke 48 Kabupaten Tangerang Dimulai

stq
TIGARAKSA, (B1) – Ajang STQ (Seleksi Tilawatil Quran) ke 48 Tingkat Kabupaten Tangerang, resmi dibuka Bupati Tangerang, di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Kamis, (23/11/17).
Ketua Umum LPTQ Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan MTQ tingkat Kabupaten Tangerang kali ini berubah menjadi Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dikarenakan tidak bisa dalam setahun 2 kali mengadakan acara MTQ, dan hasil MTQ sebelumnya yang sudah di selenggarakan sudah mendapatkan hasil, tinggal di evaluasi pada ajang STQ ini untuk ke Tingkat Provinsi Banten.
Pelaksanaan STQ Ke-48 ini sebagai tuan rumah Kecamatan Tigaraksa, yang dilaksanakan pada tanggal hari ini 23 – 26 Nopember 2017 di Komplek Pemda Kabupaten Tangerang. Para peserta sebanyak 393 terdiri dari 3 cabang, yang terdiri dari Cabang Tilawah 166 peserta, Cabang Hifzhil Qur’an (MHQ) 211 peserta, dan Cabang Tafsir Bahasa Arab 16 peserta.
Adapun pelaksanaan tersebut dilaksanakan di 6 arena yaitu Masjid Agung Al-Amjad, Masjid Jami Al-Huda, Mushola Nurul Iman, Masjid Al-Muhdi, Masjid Agung Al-Amjad, dan Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang. STQ ini mengambil tema “Momentum Membumikan Al-Qur’an Menuju Masyarakat Tangerang Gemilang Berkarakter Qur’ani”. Para juara ini nantinya akan diberikan Piala, Piagam dan Dana Pembinaan.
“Saya berharap dengan diadakannya STQ Ke-48 ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk terus mensyiarkan Agama Islam, dan tentunya target kita wajib meraih Juara Umum di Tingkat Provinsi Banten karena Kabupaten Tangerang sudah bersabar dan mengalah untuk adik kita Kota Tangerang Selatan, sekali lagi kita harus Juara Umum,” Harapnya.
Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar Mengatakan, Penyelenggaraan kegiatan lomba atau musabaqah dalam membaca, menulis, menghafal dan menafsirkan Al-Qur’an merupakan kegiatan yang rutin kita selenggarakan setiap tahun. Selain sebagai salah satu peneguhan syiar Islam, kegiatan ini juga tentunya diharapkan dapat menjadi barometer untuk mengukur hasil kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang berlangsung di masyarakat Apabila kita mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di wilayah kita masing-masing, berarti kita telah dapat melakukan pengkaderan qori dan qoriah yang berprestasi secara mandiri.
“saya ingin menegaskan bahwa para kafilah peserta STQ pada kesempatan yang baik ini adalah potensi terbaik dari setiap kecamatan di Kabupaten Tangerang, saya tidak berharap faktor juara menjadi tujuan utama dan akhirnya merekrut peserta yang bukan dari kecamatannya masing-masing. Dan jika ditemukan hal yang demikian, saya pastikan untuk didiskualifikasi kemenangannya. Kepada seluruh kafilah peserta STQ,” tegas Zaki.
Zaki menambahkan, pada hakikatnya keberhasilan penyelenggaraan STQ ini tidak hanya terletak pada siapa yang menjadi juara umum semata, lebih dari itu keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini akan terlihat dengan semakin banyaknya qori dan qoriah baru yang mampu dihasilkan dari setiap penyelenggaraan musabaqah. (pudin/kom).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *