Press "Enter" to skip to content

Buruh Banten Kepung KP3B

buruh banten
SERANG, (B1)- Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja wilayah provinsi Banten menggelar demonstrasi di depan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Kamis (23/11/17).
Mereka menuntut kenaikan upah minimum Kabupatwn Kota (UMK) kepada pemerintah agar naik 10 persen menjadi 3,5juta dari yang sebelum nya 3,2 juta.
Menurut kordinator lapangan Rudi Safrudin mengatakan, Demi ini unruk memintaGuberjur Banten merefisi terkait SK yang sudah dinkeluarkan oleh Gubernur yang tidak sesuai engan rekomendasi dari Walikota dan Bupati.
” kita buruh meminta untuk merepisi terkait SK yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur Banten yang tidak sesuai dengan rekomendasi dari Walikota mau pun Bupati, apakah kasus ini ada tekanan dari Mentri, karena yang memilih semua itu dari masyarakat Banten sendiri bukan dari Mentri, kenapa harus takut. Karena jelas PP 78 menabrak UUD 13 tahun 2003.
Karena UMK itu kesepakatan dari DPO itu sudah jelas,” ujarnya.
Masa buruh meminta agar pemprov Banten dalam hal ini Wahidin Halim dapat segera menaikan upah minimum kabupaten kota (UMK) Banten sebesar 10 persen.lantaran mereka menilai belum mampu mencukupi kebutuhan mereka lantaran harga sejumlah bahan pokok kian hari kian meningkat.
“kami sangat kecewa sekali berarti pemerintah dalam hal ini bupati dan walikota sendiri tidak diberi kewenangan dasar mereka guberner ini apa, apa mereka takut, kalau gubernur macam ini turun aja jangan jadi gubernur,” ungkapnya
Aksi sempat ditemui oleh Kadisnaker provinsi Banten H.Al Hamidi S. yang menyampaikan, gubernur tidak dapat menemui para pendemo karena sedang tidak ada di tempat. Dan  menyampaikan kepada para buruh bahwa besok akan d ajak diskusi bersama memecahkan  permasalahan.
” pemerintah rovinsi banten bahwa hari ini gubernurbtidak dapat menemui bapak bapak ibu ibu sekalian,tapi besok akan kita minta perwakilan dari bapak bapak dan ibu ibu sekalian untuk merapatkan permasalahan ini.” ujarnya singakat. (faiz).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *