Press "Enter" to skip to content

Marinus: Setiap Hari Sembilan Orang Tewas Karena Rokok

 

IMG-20171116-WA0071

TIGARAKSA, (B) – Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Marinus Gea mengatakan pendapatan negara dari cukai rokok setiap tahunnya mencapai 16 triliun, namun dibalik pendatan negara yang tinggi tersebut, setiap hari 9 orang di Indonesia meninggal dunia akibat merokok.

Hal itu dikatakannya saat menjadi narasumber Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif 2017 yang dihelat Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Kampung Ranca Serdang, Desa Ranca Iyuh, Panongan, Kamis (16/11/2017).

Dihadapan ratusan peserta yang sebagian besar ibu-ibu tersebut, politisi PDI Perjuangan itu memaparkan dampak buruk merokok masih sebatas disoroti pada aspke kesehatan saja, sementara dampak lainnya terhadap ketahanan keluarga tidak terlalu diperhatikan.

Marinus yang dikenal sebagai sosok yang anti rokok tersebut kemudian mengajak berdialog salah satu peserta pria. Dalam dialog tersebut terungkap, setiap harinya peserta itu menghabiskan dua bungkus rokok. Bahkan saat tak memiliki uang, peserta yang tak lain Ketua RT setempat tersebut sampai harus mengutang hanya untuk bisa merokok.

“Nah, ini fakta karena kecanduan merokok, pengeluaran keluarga semakin besar, sehingga kebutuhan primer lainnya kadang diabaikan,” ujarnya.

Marinus pun kemudian meminta setiap peserta yang jadi perokok aktif untuk mulai mengurangi bahkan jika memungkinkan untuk berhenti merokok. Ditegaskannya, setiap orang tua semestinya lebih mengutamakan perencanaan pendidikan untuk anak-anaknya dengan menabung.

“Selain itu, aspek kesehatan juga harus diutamakan, semuanya harus ikut program BPJS Kesehatan,” tambahnya.

Saat ini, kata Marinus, rokok menjadi persoalan serius di Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia diusia remaja juga menjadi perokok aktif.

“Ini tentu sangat memprihatikan, setiap orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anaknya agar mereka terhindar dari dampak buruk merokok,” tukasnya. (pudin).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *