Press "Enter" to skip to content

Hari Jantung Sedunia, Siloam Hospitals dan Perki Banten Talkshow di MaxxBox

IMG_20170929_211328976

TANGERANG, (B1) – Memperingati hari jantung se Dunia yang jatuh setiap tanggal 27 September, Siloam Hospitals Lippo Village bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Banten, mengadakan talkshow di MaxxBox, Lippo Karawaci, Jumat, (29/9/17). Kegiatan diisi pula dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan penampilan seni dari dokter spesialis jantung.

Dr.dr.Antonia Anna Lukito,Sp.Jp(K) dari Siloam Hospitals mengatakan, kegiatan dilakukan untuk memperingati hari jantung se Dunia yang jatuh setiap tanggal 27 September. Peringatan hari jantung se Dunia diharapkan memberi pesan kepada masyarakat agar lebih menjaga kesehatan jantungnya.

“Tema kali ini mengangkat “Time is Muscle” atau waktu adalah otot. Yakni semakin dini pertolongan diberikan maka akan makin sedikit potensi kerusakan yang dapat terjadi pada otot jantung,” terangnya.

Dikatakan, serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung, sehingga jantung tidak mendapat oksigen. Jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, bagian dari otot jantung akan mulai mati. Serangan jantung, juga disebut dengan infark miokard adalah kejadian gawat darurat yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secepatnya.

Serangan jantung sangat umum terjadi dan menjadi salah satu dari banyak penyebab kematian bagi pria maupun wanita. Wanita yang melebihi usia 55 dan pria yang melebihi usia 45 lebih berisiko terkena serangan jantung.

Tanda-tanda dan gejala serangan jantung biasanya, dada terasa nyeri seperti tertimpa benda berat (dari sedang hingga parah) adalah gejala yang paling umum. Berkeringat sebesar biji jagung, napas pendek, tekanan jantung yang cepat atau tidak beraturan, mual dan gangguan pencernaan

“Wanita dan penderita diabetes mungkin mempunyai gejala yang berbeda dibandingkan pria, seperti napas pendek yang tidak disertai rasa nyeri,” ucapnya.

Penyebab serangan jantung dapat disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Kondisi ini muncul ketika zat lilin yang disebut plak menumpuk di dalam arteri koroner. Arteri inilah yang menyalurkan darah yang kaya akan oksigen ke jantung. Saat plak menumpuk di dalam arteri selama bertahun-tahun, kondisi ini disebut juga dengan atherosclerosis. Penyebab lain terjadinya serangan jantung namun kurang umum adalah spasme hebat (penyempitan) pada arteri koroner yang memotong aliran darah. Spasme dapat terjadi di arteri koroner yang tidak terpengaruh oleh atherosclerosis. Kondisi ini biasanya terjadi karena penggunaan rokok atau obat-obatan terlarang seperti kokain.

Sedangkan factor yang meningkatkan risiko terkena serangan jantung diantaranya pria berusia 45 tahun ke atas dan wanita berusia 55 tahun ke atas. Selanjutnya adalah perokok, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi, faktor keturunan. Risiko lebih tinggi jika ayah atau saudara kandung laki-laki Anda didiagnosa dengan penyakit jantung sebelum berusia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara kandung perempuan Anda didiagnosa dengan penyakit jantung sebelum berusia 65 tahun, kurang beraktivitas, obesitas dan stress.

“Dengan adanya peringatan hari jantung se Dunia, diharapkan pada tahun 2025 mendatang, dapat menurun hingga 25 persen. Termasuk di Indonesia yang masih menempati peringkat ke tiga penyebab kematian tertinggi. Makanya kita setiap saat beri arahan pencegahan dari pada mengobati,”  tandasnya. (bayu/ik).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *