Press "Enter" to skip to content

Cegah Kanker Serviks Dengan Vaksinasi HPV di RSUS

_IMG_000000_000000

TANGERANG, (B1) – Human Papilloma Virus atau HPV adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit kulit di berbagai bagian tubuh. Virus ini hidup pada sel-sel kulit dan memiliki lebih dari 100 jenis.

Ada sekitar 60 jenis HPV penyebab penyakit kulit yang biasanya menginfeksi bagian-bagian tubuh seperti kaki dan tangan, sementara 40 lainnnya memicu munculnya kutil di kelamin.

Demikian dikatakan dr. Julita Nainggolan, Sp.OG saat  talkshow di Rumah Sakit Umum Siloam (RSUS) Lippo Karawaci, Jumat, (29/9/17). Dikatakan, tidak semua HPV dapat menyebabkan kanker. Namun ada beberapa jenis HPV yang berbahaya, seperti HPV 16 dan HPV 18, berpotensi besar memicu terjadinya kanker serviks.

“Saat ini, terdapat dua jenis vaksin HPV yang telah terdistribusi di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Vaksin jenis bivalen dan kuadrivalen ini terbukti efektif untuk mencegah infeksi HPV, termasuk mencegah kejadian kanker serviks. Maka dari itu, vaksinasi HPV ini sangat disarankan untuk kelompok wanita usia remaja,” bebernya.

Dikatakan, cara Penularan HPV erjadi akibat adanya sentuhan langsung kulit ke kulit dengan pengidap. Demikian pula dengan benda yang terkontaminasi virus HPV.

Hubungan seksual juga termasuk salah satu sarana penularan virus ini pada kelamin. Misalnya melalui  kontak langsung dengan kulit kelamin, membran mukosa, pertukaran cairan tubuh, serta seks oral atau anal.

Infeksi HPV sangat mudah menular dan dapat terjadi pada siapa saja. Terdapat sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko seseorang untuk terkena virus ini diantaranya, sering berganti pasangan. Berhubungan seks dengan lebih dari satu pasangan akan mempertinggi risiko Anda. Berbagi pemakaian barang pribadi, seperti handuk, saputangan, atau kaus kaki, Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya mengidap HIV/AIDS atau menjalani kemoterapi, kulit yang rusak, contohnya pada luka terbuka, usia. Kutil biasa umum diderita oleh anak-anak, sementara kutil plantar dan kelamin lebih sering terjadi pada remaja dan kalangan dewasa muda dan tidak menjaga kebersihan, misalnya ke kamar mandi umum tanpa mengenakan alas kaki

Beberapa jenis HPV bahkan dapat memicu perubahan abnormal pada sel-sel serviks. Perubahan yang tidak segera terdeteksi dan ditangani ini bisa berkembang menjadi kanker serviks. Meski jarang, perubahan abnormal pada sel-sel penis serta anus juga termasuk komplikasi yang dapat ditimbulkan infeksi HPV.

“Untuk pencegahan infeksi HPV bisa dilakukan dengan vaksinasi. Di samping vaksinasi, terdapat langkah pencegahan lainnya seperti mencuci tangan dengan sabun apabila tidak sengaja menyentuh kulit berpenyakit, jangan berganti-ganti pasangan, gunakan kondom tiap berhubungan seks,” ungkapnya. (bayu/ik).

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *