Kadisporapar Kota Serang, tengah melakukan penjelasan ke wartawan.

SERANG, (B1) – Kepala Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Serang, Hafidzi Z.A, mulai mempertegas rencana pengelolaan tempat wisata ‘Kapal Bosok’ di Curug Kota Serang. Upaya itu dilakukan agar tempat wisata religi itu semakin memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik sehingga volume pengunjungnya semakin tinggi setiap harinya.

Ketegasan pihak Disporaparbud dilakukan dengan melakukan Rapat Koordinasi dengan Wali Kota Serang, Tb. Haerul Jaman, dan sejumlah stakeholder lainnya termasuk mengundang pihak Cagar Budaya wilayah Banten di Kantor Disporaparbud Kota Serang di Stadion Maulana Yusuf Serang, Selasa 19 September 2017.

“Menganalisis perkembangan kapal bosok yang sudah booming, sebagai tempat wisata baru. Ini sangat menarik untuk masyarakat wilayah Kota Serang Banten, bahkan untuk pengunjung dari daerah lain, ini kan sebuah fenomena yang sangat membahagiakan bagi kami warga Kota Serang  mendapatkan kunjungan sebanyak itu,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam hal ini, pihaknya bukan mengambil alih pengelolaan dari warga ke pemerintah. Melainkan dilakukan secara bersama sama yakni masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Termasuk dengan pihak Cagar Budaya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

“Dalam hal ini Wali Kota Serang juga (Tb Haerul Jaman) telah memberikan dukungan.  Ini harus diperjelas, pertama karena ada penetapan dari Pemkot mengenai destinasi wisata  baru di Kota Serang,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang saat ini mengelola ‘Kapal Bosok’ untuk tidak khawatir mengenai keterlibatan warga terhadap pengelolaan tempat pariwisata itu. Sebab, akan ada peluang ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat tersebut seperti di sektor retribusi parkir dan yang lainnya.

Sebelumnya, Kapal Bosok menjadi destinasi wisata terbaru yang ramai dikunjungi masyarakat Banten. Banyak warga yang mulai memanfaatkan tempat itu, dengan mulai ramai menyediakan tempat kuliner dan jasa lainnya. Setiap harinya pengunjung ke tempat wisata itu sangat tinggi. Pemkot Serang merasa mendapat keuntungan tersendiri adanya tempat wisata itu, sebab sangat berkontribusi terhadap meningkatnya Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kota Serang. Hal inilah yang melatar belakangi pihak Pemkot merencanakan mengelola dan memperbaiki sarana prasarana tempat wisata tersebut. (Arai).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*